Senin, 17 Maret 2014

Business process reengineering implementation: an investigation of critical success factors



Selama beberapa decade terakhir, efisiensi dari proses administrasi telah menjadi pertimbangan besar bagi banyak organisasi. BPR merupakah sebuah metode yang terkenal dan ampuh membantu organisasi dalam menangani bisnis yang padat serta perubahan teknologi. BPR membantu organisasi untuk mengubah struktur lama mereka menjadi proses yang inovatif. Terdapat 7 faktor penting dalam kesuksesan, yakni lingkungan yang berkolaborasi dalam bekerja, komitmen dan dukungan dari manajemen atas, infrastruktur teknologi informasi, pelatihan, struktur Less bureaucratic, budaya, dan sumber daya keuangan yang memadai. Riset ini menggunakan metodologi DEMATEL yang memberikan hasil bagaimana hubungan antar factor memengaruhi yang lain sebagai berikut :


Didapatkan hasil bahwa komitmen menejemen atas, infrastruktur teknologi informasi, pelatihan, dan sumber daya keuangan yang memadai merupakan 4 pilar pengendali, dimana yang lainnya adalah bebas. 4 pilar ini kemudian memainkan peran utama dalam penerapan BPR.

Sebagai rujukan silahkan kunjungi mdachyar.blogspot.com

The Impact of Technology and Communication Infrastructure on Development of e-Commerce in Iran




Di dalam tulisan ini kita akan menemukan apa-apa saja yang merupakan hambatan dari kreasi dan pengembangan perdagangan elektronik di Iran. Kemudian didapatkan lah hipotesis utama yang mengatakan bahwa factor komunikasi teknis menjadi masalahnya. Ditetapkan juga 9 poin hipotesis minor. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi perpustakaan, berkonsultasi dengan ahli bidang tersebut, serta penyebaran kuesioner. Dengan menggunakan teknik t-murid dalam uji regresi multi-variabel untuk memeplajari hubungan antara variable bebas dan terikat serta mengutilisasinya dengan uji Freedman didapatkan hasil sebagai berikut :
·         Hipotersis utama teruji benar
·         Terdapat hanya 5 poin hipotesis minor yang teruji benar yakni jarangnya pembayaran melalui elektronik dan kartu kredit yang standard, rendahnya tingkat substruktur dari perbankan elektronik, kurangnya pusat data utama, kurangnya teknologi untuk masalah tandatangan dan identifikasi, serta rendahnya tingkat bandwith koneksi dan kualitas dari sambungan internet itu sendiri.

      Sebagai rujukan silahkan kunjungi mdachyar.blogspot.com

Barriers to the Implementation of Knowledge Management in Iranian Institutions



Konsep manajemn pengetahuan berkembang sangat lambat di Iran dan bahkan mencapai titik dimana perusahaan tidak menggunakannya, sehingga menyebabkan ketidakefisienan serta ketidakefektifan. Tulisan ini mencoba mencari akar dari permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan proses manajemen pengetahuan. Terdapat 5 proses dalam menejemen pengetahuan yang dijelaskan dengan bagan berikut :


Kemudian penulis menganalisis mengenai masalah dari penerapan menejemen pengetahuan dengan menggunakan diagram tulang ikan. Hasil analisis menunjukkan terdapat 5 bidang masalah; kreasi, penemuan, pemeliharaan, pembagian, dan aplikasi. Dari masalah ini didapatkan solusi dimana pemerintah dan institusi harus saling bekerja sama, memegang peran berbeda namun sama pentingnya untuk mengatasi masalah ini.
Rekomendasi solusi tersebut antara lain :
  • Penciptaan sebuah lingkungan kompetitif yang sesuai
  • Dorongan pemerintah dalam penciptaan Research & Development
  • Pengesahan akan perjanjian kontrak buruh di Iran
  • Penciptaan departemen Informasi Teknologi dan promosi dari pengetahuan Informasi Teknologi
  • Dorongan pimpinan senior untuk berperan dalam menjalankan sesi manajemen pengetahuan
  • Pengikutsertaan program manajemen pengetahuan dalam kebijakan pemerintah dan program-program jangka panjang

Sebagai rujukan silahkan kunjungi mdachyar.blogspot.com